
Source: Instagram @HaloSosial https://www.instagram.com/p/C-Jx3obPdCL/
Bagi traveler yang berkunjung ke Sabang, jangan terkejut jika melihat pertokoan tutup dan jalanan lengang pada siang hari. Kota ini memiliki budaya “eh leuho” atau tidur siang, yang sudah berlangsung puluhan tahun. Biasanya, toko-toko di Sabang tutup antara pukul 12.00 hingga 16.00 WIB, sementara hanya warung makan, kedai kopi, atau bengkel yang tetap buka. Tradisi ini masih terasa kuat di wilayah kota, meskipun beberapa toko di pedesaan mulai membuka diri untuk melayani pengunjung sepanjang hari.
Menurut Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi, tradisi tidur siang ini sudah terbentuk sejak era pelabuhan bebas di Sabang, yang berlangsung dari sekitar tahun 1965 hingga ditutup pada 1985. Aktivitas perdagangan di pelabuhan ini mempengaruhi gaya hidup masyarakat, hingga akhirnya tidur siang menjadi kebiasaan. Budaya “eh leuho” ini sering dibandingkan dengan tradisi siesta di Barcelona, di mana tidur siang juga dianggap penting untuk mengembalikan energi di tengah hari.
Meski banyak toko yang tutup pada siang hari, tempat-tempat wisata di Sabang tetap menerima wisatawan. Pengunjung masih bisa menikmati panorama alam dan menjelajahi berbagai destinasi menarik. Jadi, jika Anda sedang berkeliling Sabang, luangkan waktu untuk beristirahat siang seperti penduduk setempat, atau manfaatkan suasana sepi untuk menjelajahi keindahan Sabang dengan lebih tenang.
Article Source: https://www.detik.com/sumut/berita/d-6471543/mengenal-budaya-eh-leuho-di-sabang-toko-tutup-siang-hari-jalanan-sepi